Senin, 04 Juli 2016

Soni Dan Ringgo


Gua pernah mengikuti lomba membuat cerita beberapa bulan yang lalu, ceritanya di perbolehkan bebas terserah mau romantic,komedi,drama,action atau yang lainnya. Dan di postingan gua kali ini gua mau menceritakan sebuah cerita yang gua buat di lomba tersebut,Cekidot!!
~II~

      Cerita ini menceritakan seorang jomblo asal Jakarta yang sudah mempunyai keinginan untuk mempunyai seorang kekasih, dia kuliah di salah satu universitas favorit di Indonesia, ya namanya juga kuliah pasti dia tinggal di kost kostan dekat tempat kuliah nya itu. Sebut saja namanya Ringgo, dia berwajah tampan dengan tinggi sekitar 173cm dan yang paling menarik dari dirinya adalah dia mempunyai badan yang atletis


Sebenarnya dia cukup terkenal di tempat kuliah nya namun hal yang membuatnya masih jomblo adalah dia menginginkan wanita yang sholehah,berhijap,pintar,dan baik.Dan namanya kita hidup di jaman kekinian sangat jarang wanita yang di inginkan oleh si Ringgo. Dan sebenarnya dia bisa di sebut sebagai pria idaman karena sebenarnya banyak yang sudah mendekati Ringgo bahkan ada wanita yang mendekati Ringgo sampai sampai dia yang mengutarakan perasaannya itu, tapi dia berpegang teguh dengan kriterianya tersebut walaupun dia yakin bahwa karma itu ada tetapi dia lebih memilih untuk menolak semua wanita yang mendekatinya dengan baik baik.

Dan pada suatu kejadian di suatu taman di sekitar tempat kuliahnya itu ,Ringgo sedang asyik mengobrol dengan teman teman lelakinya, dan tiba tiba ada dua wanita mendekati gerombolan Ringgo itu, Yang satunya itu teman lamanya Ringgo dan satunya lagi itu seperti anak baru di kelasnya, dan benar saja dia adalah anak yang baru datang dari Jakarta dan dia bernama Sona.

Sona mempunyai wajah yang cantik nan rupawan, yang terbalut dengan hijab di kepalanya, dan dengan tinggi badan ga jauh beda dari Ringgo,dan semenjak Ringgo kenal dengan cewek itu dia merasakan hal yang aneh yang ada di dalam tubuhnya, dan dia tau inilah yang namanya cinta,dan kebetulan dia adalah cewek dengan kriterianya Ringgo.

Semenjak hari itu Ringgo tidak henti hentinya memikirkan Sona Baik di Pagi hari,Siang hari,Sore hari, bahkan pada malam hari. Dia selalu memikirkan wajah cantiknya Sonya dan dia selalu memikirkan cara bagaimana agar dia bisa menaklukan hati wanita tersebut, walaupun dengan segala cara pun dia akan lakukan demi Sona.

Dan Semenjak hari itu dia tak henti henti nya ke tempat kuliah walaupun dia nggak ada jadwal kuliah,tapi seperti yang udah di ceritakan tadi dia akan melakukan segala cara agar dia bisa mendapatkan hati Sona. Dia tak henti hentinya memandangi wajah Sona dari jauh, yaa walaupun kan sebenarnya Sona dengan Ringgo sudah kenal tapi entah kenapa Ringgo malu untuk mendekatinya karena dia ingin Sona tidak tau bahwa Ringgo menyukai dirinya.

Dia akhirnya mulai memberanikan diri untuk mendekati Sona di beberapa hari setelah Sona meminta Ringgo untuk membantunya untuk mengerjakan tugasnya, dia dengan senang hati untuk membantu Sona, Dan beberapa hari setelah Sona meminta bantuan kepada Ringgo, akhirnya Ringgo tau bahwa Sona tinggal di tempat kost tak jauh dari kost kostan nya Ringgo, dan di dalam kostannya Sona terpampanglah kamar yang amat sangat Rapih dengan warna kostannya yang berwarna pink dan di sekitar tempat tidur nya banyak boneka berbagai jenis, baik doraemon sampai Barbie. Hal itu yang membuat Ringgo jadi tambah suka dengan Sona karena dia ternyata amat sangat feminim.

Dia mencoba untuk mendekati Sona dan membuat Sona merasakan hal yang sama terhadap Ringgo. Dan setelah beberapa minggu Ringgo berusaha keras untuk mendekati Sona, akhirnya Sona merasakan hal sama terhadap Ringgo, dan akhirnya Sona dan Ringgo mulai dekat semenjak keduanya saling membantu, perhatian terhadap satu sama lain.

Dan beberapa hari kemudian karna Ringgo merasakan bahwa Sona merasakan hal yang sama jadi Ringgo membuat rencana untuk mengutarakan perasaannya terhadap Sona.

Dan terjadilah suatu kondisi di mana Ringgo dan Sona sedang berduaan di suatu taman,Keduanya sering melakukan hal yang memalukan yang membuatnya jadi salah tingkah, dan sampai akhirnya Ringgo memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Sona, dan Sona meminta untuk di beri waktu beberapa hari untuk memikirkan itu semua, Ringgo bisa memakluminya dan memberikan waktu untuk berpikir buat Sona.

Siang malam Sona memikirkan hal itu, sampai sampai dia susah tidur,susah makan,susah buang air besar karena memikirkan hal itu.Sampai akhirnya Sona mempunyai jawaban untuk Ringgo. 

Dia menelfon Ringgo untuk meminta bertemu dengan dirinya, dan Ringgo pun setuju.akhirnya bertemulah  mereka berdua di suatu restaurant yang cukup terkenal di wilayah itu, Awalnya mereka hanya ngobrol basa basi busyuk saja tapi lama kelamaan pembicaraan mereka menjadi  lebih serius. Soni bilang kepada Ringgo bahwa dia menerima perasaannya Ringgo terhadap dirinya.

Perasaan Ringgo mendadak seperti ada di langit ke 7 saja,karena kenapa? Karena akhirnya dia mempunyai seorang kekasih. Hubungan mereka berjalan sperti biasa layaknya seorang hubungan kekasih seperti telfonan,smsan,berduaan dan sebagainya.

Singkat cerita hubungan mereka sudah mau berjalan 1 tahun dan pastinya orangtua mereka sudah mengetahui bahwa anaknya sekarang sudah mempunyai seorang kekasih, dan nampaknya pula orang tua mereka pula merestui hubungan mereka. Hingga akhirnya Sona mendapatkan kabar baik dan sekaligus kabar buruk buat kekasihnya, Sona mendapatkan kabar bahwa dia mendapatkan tugas dari tempat kerjanya untuk pindah Negara dan bekerja di Negara lain, mendapatkan berita tersebut langsung saja Sona menceritakan hal ini kepada Ringgo,Ringgo yang awalnya biasa saja tiba tiba berubah menjadi bete sekaligus sedih karena akan di tinggal pindah Negara oleh Sona.

Sona meminta maaf kepada Ringgo untuk hal ini, Tapi permintaan maaf saja tidak cukup untuk membuat hati Ringgo senang, tapi apalah daya Ringgo tak bisa memaksa Sona untuk tetap di sini untuk tetap bersama nya, karena dia tau ini juga demi kebaikan Sona.

Sona berterima kasih kepada Ringgo untuk sikap dewasanya Ringgo, yaa walaupun hati Ringgo akan terasa sepi jika tak ada Sona di sampingnya lagi, hingga sampailah kepada hari keberangkatan Sona, Ringgo ikut mengantarkan Sona ke bandara, Selama perjalanan Ringgo terlihat tidak karuan, Sedih,kecewa tercampur aduk dalam satu rasa.

Sampai akhirnya di bandara Sona pamit kepada orang tuanya dan kepada Ringgo,Ringgo hanya diam, Sona tau apa yang di maksud oleh Ringgo saat itu, tapi apa boleh buat tugas kerja yang membuatnya pergi meninggalkan Ringgo,Sona Pamit dan berkata bahwa dirinya akan merindukan Ringgo dan Ringgo pun berkata demikian.Suasana menjadi Terharu saat itu perasaan sedih keduanya membuat orang tuanya ikut merasakan hal yang sama.

Setelah menaiki pesawat,Tiba tiba Sona merasakan hal yang aneh, rasa takut,gelisah tiba tiba muncul dalam dirinya, namun Sona berfikir bahwa ini hanya perasaannya saja,setelah Sona menunggu beberapa lama akhirnya pesawat pun terbang ke udara.

Selama perjalanan Rasa takut dan gelisah semakin mencekam pada dirinya, Sona bertanya Tanya pada dirinya, ada apa dengan diriku ini?,dan beberapa jauh yang sudah di lampaui oleh pesawat tersebut. Tiba tiba pesawat mengalami guncangan yang sangat dasyat,Semua penumpang panik tetapi pramugari dan pramugara berusaha menenangkan penumpang pesawat tersebut, Sona yang berada di dalam pesawat tersebut hanya bisa diam dan berdoa agar tidak terjadi apa apa.

Namun sayangnya,Pesawat mengalami kerusakan mesin yang membuat pesawat jatuh dari udara, Sona sudah pasrah tentang apa yang terjadi saat itu,dia hanya bisa berdoa berdoa dan berdoa layaknya penumpang lainnya.

Dan seketika perasaan Ringgo menjadi tidak karuan, selalu memikirkan kondisi Sona,dia mencoba menelfon staff bandara namun tidak ada data yang jelas, perasaan Ringgo semakin tidak karuan saja, dan beberapa jam kemudian ada stasiun TV yang memberitakan bahwa ada pesawat jatuh dari udara, Ringgo yang melihat langsung berita tersebut langsung kaget karena pesawat yang di naiki oleh Sona sama dengan pesawat yang jatuh tersebut.

Ringgo langsung pergi ke bandara untuk menanyakan kebenaran berita tersebut, dan benar saja. Pesawat yang di tumpangi oleh Sona terjatuh dari udara dan para penumpang  masih belom di temukan satu pun oleh tim SAR, para staff bandara hanya bisa menyuruh keluarga korban untuk tenang dan menunggu kabar terbaru selanjutnya.

Ringgo menjadi lemas,bada dia yang atletis tiba tiba menjadi lemah ketika mengetahui klarifikasi berita tersebut,Ringgo dengan segera memberitahu kepada keluarga Sona dan kepada keluarganya. Dan setelah beberapa minggu kemudia akhirnya badan milik Sona di temukan oleh tim Sar, mengetahui berita tersebut kedua keluarga korban yaitu keluarga Sona dan Ringgo langsung ke suatu tempat untuk bertemu dengan Sona.

Dan sampailah kedua keluarga tersebut di suatu tempat pertemuan, Ringgo yang dari awal sudah gelisah langsung lari ke dalam untuk bertemu dengan Sona itu, dan hingga di suatu kamar yang ada Sona di dalamnya Ringgo langsung masuk dan bertemu dengan Sona,Dan ternyata suatu ke ajaiban datang pada Sona, dia masih hidup walaupun sudah tak lama lagi.

Sona Membuka matanya dan melihat bahwa ada kekasihnya yang sekarang berada dii hadapannya, Ringgo tak bisa menahan tangisannya dan akhirnya dia mengeluarkan air matanya untuk pertama kalinya dalam hal cinta. Sona yang melihat bahwa kekasihnya sedang menangis dia memegang kepala Ringgo dan berusaha menghapus semua air matanya dan berkata:

“Sudahlah jangan kamu terus nangis”

Tetapi Ringgo masih terus menangis karena perempuan yang ia sayangi itu sedang terbujur kaku di kasur yang ada di tempat pertemuan itu, Sona ingin meminta tolong sesuatu kepada Ringgo untuk membacakan kalimat syahadat untuk terakhir kalinya.

Ringgo mendengar Sona meminta itu langsung menolaknya karena itu adalah permintaan yang tidak masuk akal, tetapi Sona terus membujuk Ringgo untuk memenuhi permintaan terakhirnya kepada kekasihnya, dan akhirnya Ringgo mau membacakan kalimat itu walaupun dengan berat hati dia melakukannya karena dia gam au kehilangan orang yang ia sayang.

Dengan nada sedih dan pelan Ringgo membacakan kalimat syahadat itu dan Sona mengikutinya, dan sampai di akhir kalimat Sona berterima kasih kepada Ringgo untuk segala hal yang pernah mereka lakuin bersama sama baik susah maupun senang,berterima kasih untuk semua pengalamannya bersama Ringgo,Berterima kasih untuk Cinta tulusnya yang di berikan kepada Soni.

Dan Setelah berterima kasih kepada Ringgo dia juga berterima kasih kepada kedua keluarganya, dan setelah dia melakukannya dia menutup mata dan meninggal. 

Suasana menjadi histeris bercampur dengan tangisan ,Ringgo,Keluarga Soni,Keluarga  Ringgo, dan semua yang melihat kejadian itu seketika menangis dengan kencang, seakan akan tidak merelakan Soni meninggal untuk selama lamanya.

~THE END~

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar