Gua pernah mengikuti lomba membuat cerita
beberapa bulan yang lalu, ceritanya di perbolehkan bebas terserah mau
romantic,komedi,drama,action atau yang lainnya. Dan di postingan gua kali ini
gua mau menceritakan sebuah cerita yang gua buat di lomba tersebut,Cekidot!!
~II~
Cerita ini menceritakan seorang jomblo asal Jakarta yang sudah mempunyai
keinginan untuk mempunyai seorang kekasih, dia kuliah di salah satu universitas
favorit di Indonesia, ya namanya juga kuliah pasti dia tinggal di kost kostan
dekat tempat kuliah nya itu. Sebut saja namanya Ringgo, dia berwajah tampan
dengan tinggi sekitar 173cm dan yang paling menarik dari dirinya adalah dia
mempunyai badan yang atletis
Sebenarnya dia cukup terkenal
di tempat kuliah nya namun hal yang membuatnya masih jomblo adalah dia
menginginkan wanita yang sholehah,berhijap,pintar,dan baik.Dan namanya kita
hidup di jaman kekinian sangat jarang wanita yang di inginkan oleh si Ringgo.
Dan sebenarnya dia bisa di sebut sebagai pria idaman karena sebenarnya banyak
yang sudah mendekati Ringgo bahkan ada wanita yang mendekati Ringgo sampai
sampai dia yang mengutarakan perasaannya itu, tapi dia berpegang teguh dengan
kriterianya tersebut walaupun dia yakin bahwa karma itu ada tetapi dia lebih
memilih untuk menolak semua wanita yang mendekatinya dengan baik baik.
Dan pada suatu kejadian di
suatu taman di sekitar tempat kuliahnya itu ,Ringgo sedang asyik mengobrol
dengan teman teman lelakinya, dan tiba tiba ada dua wanita mendekati
gerombolan Ringgo itu, Yang satunya itu teman lamanya Ringgo dan satunya lagi
itu seperti anak baru di kelasnya, dan benar saja dia adalah anak yang baru
datang dari Jakarta dan dia bernama Sona.
Sona mempunyai wajah yang
cantik nan rupawan, yang terbalut dengan hijab di kepalanya, dan dengan tinggi
badan ga jauh beda dari Ringgo,dan semenjak Ringgo kenal dengan cewek itu dia
merasakan hal yang aneh yang ada di dalam tubuhnya, dan dia tau inilah yang
namanya cinta,dan kebetulan dia adalah cewek dengan kriterianya Ringgo.
Semenjak hari itu Ringgo
tidak henti hentinya memikirkan Sona Baik di Pagi hari,Siang hari,Sore hari,
bahkan pada malam hari. Dia selalu memikirkan wajah cantiknya Sonya dan dia
selalu memikirkan cara bagaimana agar dia bisa menaklukan hati wanita tersebut,
walaupun dengan segala cara pun dia akan lakukan demi Sona.
Dan Semenjak hari itu dia tak
henti henti nya ke tempat kuliah walaupun dia nggak ada jadwal kuliah,tapi
seperti yang udah di ceritakan tadi dia akan melakukan segala cara agar dia bisa
mendapatkan hati Sona. Dia tak henti hentinya memandangi wajah Sona dari jauh,
yaa walaupun kan sebenarnya Sona dengan Ringgo sudah kenal tapi entah kenapa
Ringgo malu untuk mendekatinya karena dia ingin Sona tidak tau bahwa Ringgo
menyukai dirinya.
Dia akhirnya mulai
memberanikan diri untuk mendekati Sona di beberapa hari setelah Sona meminta
Ringgo untuk membantunya untuk mengerjakan tugasnya, dia dengan senang hati untuk
membantu Sona, Dan beberapa hari setelah Sona meminta bantuan kepada Ringgo,
akhirnya Ringgo tau bahwa Sona tinggal di tempat kost tak jauh dari kost kostan
nya Ringgo, dan di dalam kostannya Sona terpampanglah kamar yang amat sangat
Rapih dengan warna kostannya yang berwarna pink dan di sekitar tempat tidur nya
banyak boneka berbagai jenis, baik doraemon sampai Barbie. Hal itu yang membuat
Ringgo jadi tambah suka dengan Sona karena dia ternyata amat sangat feminim.
Dia mencoba untuk mendekati
Sona dan membuat Sona merasakan hal yang sama terhadap Ringgo. Dan setelah
beberapa minggu Ringgo berusaha keras untuk mendekati Sona, akhirnya Sona
merasakan hal sama terhadap Ringgo, dan akhirnya Sona dan Ringgo mulai dekat
semenjak keduanya saling membantu, perhatian terhadap satu sama lain.
Dan beberapa hari kemudian
karna Ringgo merasakan bahwa Sona merasakan hal yang sama jadi Ringgo membuat
rencana untuk mengutarakan perasaannya terhadap Sona.
Dan terjadilah suatu kondisi
di mana Ringgo dan Sona sedang berduaan di suatu taman,Keduanya sering
melakukan hal yang memalukan yang membuatnya jadi salah tingkah, dan sampai
akhirnya Ringgo memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Sona,
dan Sona meminta untuk di beri waktu beberapa hari untuk memikirkan itu semua,
Ringgo bisa memakluminya dan memberikan waktu untuk berpikir buat Sona.
Siang malam Sona memikirkan
hal itu, sampai sampai dia susah tidur,susah makan,susah buang air besar karena
memikirkan hal itu.Sampai akhirnya Sona mempunyai jawaban untuk Ringgo.
Dia menelfon Ringgo untuk
meminta bertemu dengan dirinya, dan Ringgo pun setuju.akhirnya bertemulah mereka berdua di suatu restaurant yang cukup
terkenal di wilayah itu, Awalnya mereka hanya ngobrol basa basi busyuk saja
tapi lama kelamaan pembicaraan mereka menjadi lebih serius. Soni bilang kepada Ringgo bahwa
dia menerima perasaannya Ringgo terhadap dirinya.
Perasaan Ringgo mendadak
seperti ada di langit ke 7 saja,karena kenapa? Karena akhirnya dia mempunyai
seorang kekasih. Hubungan mereka berjalan sperti biasa layaknya seorang
hubungan kekasih seperti telfonan,smsan,berduaan dan sebagainya.
Singkat cerita hubungan
mereka sudah mau berjalan 1 tahun dan pastinya orangtua mereka sudah mengetahui
bahwa anaknya sekarang sudah mempunyai seorang kekasih, dan nampaknya pula
orang tua mereka pula merestui hubungan mereka. Hingga akhirnya Sona
mendapatkan kabar baik dan sekaligus kabar buruk buat kekasihnya, Sona
mendapatkan kabar bahwa dia mendapatkan tugas dari tempat kerjanya untuk pindah
Negara dan bekerja di Negara lain, mendapatkan berita tersebut langsung saja
Sona menceritakan hal ini kepada Ringgo,Ringgo yang awalnya biasa saja tiba
tiba berubah menjadi bete sekaligus sedih karena akan di tinggal pindah Negara
oleh Sona.
Sona meminta maaf kepada Ringgo
untuk hal ini, Tapi permintaan maaf saja tidak cukup untuk membuat hati Ringgo
senang, tapi apalah daya Ringgo tak bisa memaksa Sona untuk tetap di sini untuk
tetap bersama nya, karena dia tau ini juga demi kebaikan Sona.
Sona berterima kasih kepada Ringgo
untuk sikap dewasanya Ringgo, yaa walaupun hati Ringgo akan terasa sepi jika
tak ada Sona di sampingnya lagi, hingga sampailah kepada hari keberangkatan
Sona, Ringgo ikut mengantarkan Sona ke bandara, Selama perjalanan Ringgo
terlihat tidak karuan, Sedih,kecewa tercampur aduk dalam satu rasa.
Sampai akhirnya di bandara
Sona pamit kepada orang tuanya dan kepada Ringgo,Ringgo hanya diam, Sona tau
apa yang di maksud oleh Ringgo saat itu, tapi apa boleh buat tugas kerja yang
membuatnya pergi meninggalkan Ringgo,Sona Pamit dan berkata bahwa dirinya akan
merindukan Ringgo dan Ringgo pun berkata demikian.Suasana menjadi Terharu saat
itu perasaan sedih keduanya membuat orang tuanya ikut merasakan hal yang sama.
Setelah menaiki pesawat,Tiba
tiba Sona merasakan hal yang aneh, rasa takut,gelisah tiba tiba muncul dalam
dirinya, namun Sona berfikir bahwa ini hanya perasaannya saja,setelah Sona
menunggu beberapa lama akhirnya pesawat pun terbang ke udara.
Selama perjalanan Rasa takut
dan gelisah semakin mencekam pada dirinya, Sona bertanya Tanya pada dirinya,
ada apa dengan diriku ini?,dan beberapa jauh yang sudah di lampaui oleh pesawat
tersebut. Tiba tiba pesawat mengalami guncangan yang sangat dasyat,Semua
penumpang panik tetapi pramugari dan pramugara berusaha menenangkan penumpang
pesawat tersebut, Sona yang berada di dalam pesawat tersebut hanya bisa diam
dan berdoa agar tidak terjadi apa apa.
Namun sayangnya,Pesawat
mengalami kerusakan mesin yang membuat pesawat jatuh dari udara, Sona sudah
pasrah tentang apa yang terjadi saat itu,dia hanya bisa berdoa berdoa dan
berdoa layaknya penumpang lainnya.
Dan seketika perasaan Ringgo
menjadi tidak karuan, selalu memikirkan kondisi Sona,dia mencoba menelfon staff
bandara namun tidak ada data yang jelas, perasaan Ringgo semakin tidak karuan
saja, dan beberapa jam kemudian ada stasiun TV yang memberitakan bahwa ada
pesawat jatuh dari udara, Ringgo yang melihat langsung berita tersebut langsung
kaget karena pesawat yang di naiki oleh Sona sama dengan pesawat yang jatuh tersebut.
Ringgo langsung pergi ke
bandara untuk menanyakan kebenaran berita tersebut, dan benar saja. Pesawat
yang di tumpangi oleh Sona terjatuh dari udara dan para penumpang masih belom di temukan satu pun oleh tim SAR,
para staff bandara hanya bisa menyuruh keluarga korban untuk tenang dan
menunggu kabar terbaru selanjutnya.
Ringgo menjadi lemas,bada dia yang atletis tiba
tiba menjadi lemah ketika mengetahui klarifikasi berita tersebut,Ringgo dengan
segera memberitahu kepada keluarga Sona dan kepada keluarganya. Dan setelah
beberapa minggu kemudia akhirnya badan milik Sona di temukan oleh tim Sar, mengetahui
berita tersebut kedua keluarga korban yaitu keluarga Sona dan Ringgo langsung
ke suatu tempat untuk bertemu dengan Sona.
Dan sampailah kedua keluarga
tersebut di suatu tempat pertemuan, Ringgo yang dari awal sudah gelisah
langsung lari ke dalam untuk bertemu dengan Sona itu, dan hingga di suatu kamar
yang ada Sona di dalamnya Ringgo langsung masuk dan bertemu dengan Sona,Dan
ternyata suatu ke ajaiban datang pada Sona, dia masih hidup walaupun sudah tak
lama lagi.
Sona Membuka matanya dan
melihat bahwa ada kekasihnya yang sekarang berada dii hadapannya, Ringgo tak
bisa menahan tangisannya dan akhirnya dia mengeluarkan air matanya untuk
pertama kalinya dalam hal cinta. Sona yang melihat bahwa kekasihnya sedang
menangis dia memegang kepala Ringgo dan berusaha menghapus semua air matanya
dan berkata:
“Sudahlah jangan kamu terus
nangis”
Tetapi Ringgo masih terus
menangis karena perempuan yang ia sayangi itu sedang terbujur kaku di kasur
yang ada di tempat pertemuan itu, Sona ingin meminta tolong sesuatu kepada
Ringgo untuk membacakan kalimat syahadat untuk terakhir kalinya.
Ringgo mendengar Sona meminta
itu langsung menolaknya karena itu adalah permintaan yang tidak masuk akal,
tetapi Sona terus membujuk Ringgo untuk memenuhi permintaan terakhirnya kepada
kekasihnya, dan akhirnya Ringgo mau membacakan kalimat itu walaupun dengan
berat hati dia melakukannya karena dia gam au kehilangan orang yang ia sayang.
Dengan nada sedih dan pelan
Ringgo membacakan kalimat syahadat itu dan Sona mengikutinya, dan sampai di
akhir kalimat Sona berterima kasih kepada Ringgo untuk segala hal yang pernah
mereka lakuin bersama sama baik susah maupun senang,berterima kasih untuk semua
pengalamannya bersama Ringgo,Berterima kasih untuk Cinta tulusnya yang di
berikan kepada Soni.
Suasana menjadi histeris bercampur dengan
tangisan ,Ringgo,Keluarga Soni,Keluarga
Ringgo, dan semua yang melihat kejadian itu seketika menangis dengan
kencang, seakan akan tidak merelakan Soni meninggal untuk selama lamanya.
~THE END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar